Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe
Berita  

Penggunaan Batik Lokal Masih Kurang Diminati, Ini Harapan Pengrajin Batik Tarakan

Info Tarakan – Batik Tarakan yang memiliki motif khas pesisir Kalimantan Utara ternyata masih kurang diminati oleh masyarakat setempat. Kondisi ini membuat para pengrajin batik berharap adanya dukungan lebih besar, baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar warisan budaya ini tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Motif Khas yang Sarat Makna

Batik Tarakan memiliki ciri khas yang berbeda dengan batik dari daerah lain. Motifnya banyak terinspirasi dari alam pesisir, seperti biota laut, burung endemik, serta kekayaan budaya suku Tidung dan Dayak. Keunikan ini membuat Batik Tarakan sebenarnya memiliki nilai estetika dan filosofi yang tinggi.

“Kalau bicara motif, batik Tarakan tidak kalah dengan batik Jawa atau daerah lain. Tapi sayangnya, masyarakat kita sendiri masih lebih memilih batik luar daerah,” ungkap Siti Rahmah, salah satu pengrajin batik di Tarakan, Sabtu (14/9/2025).

Pasar Lokal Masih Lemah

Menurut para pengrajin, rendahnya minat masyarakat terhadap batik lokal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain karena kurangnya promosi, harga batik Tarakan yang dibuat secara manual dengan teknik cap dan tulis seringkali lebih mahal dibandingkan batik printing pabrikan.

“Kalau batik printing bisa dijual murah, sementara batik tulis butuh waktu berminggu-minggu. Akhirnya, konsumen lebih memilih yang murah meski bukan produk lokal,” jelas Siti.

Batik Tarakan
Batik Tarakan

Berita terkini: PT PRI Tarakan Respons Blokade Warga, Sebut Alasan Mediasi Gagal

Dukungan Pemerintah Diharapkan

Para pengrajin berharap pemerintah daerah lebih gencar mendorong penggunaan batik lokal, misalnya melalui kebijakan penggunaan batik khas Tarakan pada hari-hari tertentu di lingkungan sekolah maupun perkantoran.

“Kalau ada aturan wajib memakai batik lokal setiap minggu sekali, tentu permintaan meningkat. Dengan begitu, pengrajin bisa lebih bersemangat dan ekonomi kreatif daerah ikut tumbuh,” kata seorang pengrajin lainnya, Jafar.

Peran Generasi Muda

Selain dukungan pemerintah, generasi muda juga diharapkan ikut melestarikan batik Tarakan. Pengrajin melihat anak muda cenderung lebih menyukai pakaian modern, sehingga perlu ada inovasi desain agar batik bisa dipadukan dengan fashion kekinian.

“Batik tidak harus dipakai dalam bentuk baju resmi. Bisa juga jadi outer, tote bag, atau produk kreatif lainnya. Kalau anak muda tertarik, batik lokal bisa lebih berkembang,” tambah Jafar.

Harapan ke Depan

Para pengrajin berharap Batik Tarakan tidak hanya jadi koleksi pajangan, tetapi benar-benar dipakai dan dibanggakan masyarakat. Mereka percaya, dengan kolaborasi antara pengrajin, pemerintah, dan masyarakat, batik lokal bisa naik kelas dan bahkan menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kami ingin batik Tarakan tidak kalah pamor dengan batik daerah lain. Ini adalah identitas kita yang harus dijaga bersama,” pungkas Siti.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *