Info Tarakan – PT PELNI Cabang Tarakan memprediksi puncak arus mudik penumpang kapal laut menjelang Idulfitri 2026 akan terjadi pada H-4 Lebaran. Lonjakan tersebut diperkirakan berlangsung pada 15 hingga 16 Maret 2026 melalui keberangkatan kapal dari Pelabuhan Malundung di Kota Tarakan.
Kepala Cabang Pelni Tarakan menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak awal periode angkutan Lebaran yang berlangsung 6 Maret hingga 6 April 2026. Bahkan beberapa jadwal keberangkatan utama dilaporkan hampir habis terjual karena tingginya minat masyarakat yang ingin mudik menggunakan transportasi laut.
Lonjakan Penumpang Dipicu Jadwal Kapal Besar
Puncak arus mudik diprediksi terjadi bersamaan dengan keberangkatan kapal penumpang utama, yaitu KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu. Kedua kapal ini menjadi pilihan utama masyarakat karena melayani rute panjang yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia bagian timur hingga Makassar.
Dalam beberapa jadwal keberangkatan, jumlah penumpang bahkan mencapai 1.100 hingga 1.200 orang per perjalanan. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding kondisi normal yang biasanya hanya sekitar 600 hingga 700 penumpang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260308_Penumpang-Kapal-Mudik-PT-Pelni.jpg)
Empat Kapal Disiapkan di Tarakan
Untuk menghadapi lonjakan pemudik, Pelni menyiapkan empat armada kapal yang beroperasi dari Tarakan, yaitu:
-
KM Bukit Siguntang
-
KM Lambelu
-
KM Sabuk Nusantara 97
-
KM Gandha Nusantara 05
Seluruh kapal tersebut telah menjalani pemeriksaan kelayakan (ramp check) oleh Kementerian Perhubungan guna memastikan aspek keselamatan, fasilitas penumpang, serta kesiapan operasional sebelum melayani arus mudik.
Penyesuaian Rute untuk Antisipasi Kepadatan
Pelni juga melakukan sejumlah langkah strategis untuk menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan. Salah satunya dengan menyesuaikan rute pelayaran yang sebelumnya lebih panjang menjadi lebih singkat hingga Makassar.
Dengan strategi ini, kapal dapat lebih cepat kembali ke Tarakan sehingga mampu melayani lebih banyak penumpang selama periode mudik Lebaran.
Selain itu, Pelni juga berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti KSOP dan operator pelabuhan untuk mengatur alur penumpang, menjaga keamanan, serta memastikan proses naik kapal berjalan tertib dan lancar.
Ada Diskon Tiket 30 Persen
Sebagai stimulus bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan kapal laut, pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30 persen dari tarif normal. Program ini berlaku untuk keberangkatan kapal pada periode 11 Maret hingga 6 April 2026.
Pelni juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui saluran resmi seperti aplikasi Pelni Mobile atau kantor cabang agar terhindar dari praktik percaloan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pelni berharap arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Tarakan dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penumpang.















