Info Tarakan – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah Tarakan dan Bulungan Regency menjadi sorotan serius dari DPRD Kalimantan Utara. Kondisi tersebut dikeluhkan para sopir angkutan barang, nelayan, hingga masyarakat yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar subsidi.
Beberapa warga bahkan mengaku harus mengantre sejak pagi hari di SPBU, sementara ketersediaan solar sering kali cepat habis. Situasi ini dinilai dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada BBM tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Kalimantan Utara meminta penjelasan dari pihak PT Pertamina (Persero) terkait penyebab terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU.
DPRD Soroti Distribusi Solar
Anggota DPRD Kalimantan Utara menyatakan bahwa antrean solar yang terjadi belakangan ini sudah menjadi perhatian masyarakat luas. Mereka meminta agar Pertamina segera melakukan langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Menurut DPRD, kelangkaan atau keterbatasan solar tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga sangat memengaruhi pelaku usaha transportasi dan nelayan. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, maka aktivitas ekonomi di wilayah tersebut berpotensi terganggu.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait antrean solar di SPBU. Hal ini perlu segera dicarikan solusi agar tidak menimbulkan keresahan,” ujar salah satu anggota DPRD.
Selain itu, DPRD juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap penyaluran solar subsidi agar tepat sasaran. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan atau distribusi yang tidak merata.

Baca juga: Pastikan Ketersedian BBM hingga LPG Jelang Lebaran, DPRD Kaltara Sidak Pertamina Tarakan
Penjelasan Pertamina
Menanggapi sorotan tersebut, pihak Pertamina memberikan penjelasan terkait kondisi distribusi solar di wilayah Tarakan dan Bulungan. Pertamina menyebut bahwa secara umum pasokan BBM, termasuk solar subsidi, sebenarnya masih dalam kondisi aman.
Namun demikian, peningkatan konsumsi dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya antrean di SPBU. Permintaan yang tinggi membuat distribusi solar di sejumlah titik menjadi lebih cepat habis.
Selain itu, faktor cuaca dan kondisi distribusi juga disebut dapat memengaruhi kelancaran pengiriman BBM ke wilayah tertentu. Pertamina memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan tetap tersedia.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan BBM, termasuk solar subsidi, agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata perwakilan Pertamina.
Upaya Mengurai Antrean
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menyatakan akan melakukan optimalisasi distribusi BBM ke SPBU yang mengalami peningkatan permintaan. Pihaknya juga terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan pasokan solar dapat disalurkan secara merata.
Selain itu, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Hal tersebut penting agar distribusi solar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan.
DPRD Kalimantan Utara berharap langkah-langkah yang dilakukan Pertamina dapat segera mengurai antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU. Dengan distribusi yang lebih lancar, aktivitas masyarakat di Tarakan dan Bulungan diharapkan dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan akibat keterbatasan solar.















